BILA AGAMA SDH MENJADI ALAT PROVAGANDA
ISLAM
AGAMAKU
BILA AGAMA
SDH MENJADI ALAT PROVAGANDA
Politik…
Suatu
pemahaman yang tak pernah sama bagi penganutnya. Tak ada hukum salah atau dosa
demi pencapaian tujuannya. Seakan menghalalkan segala cara demi ambisi yang
sudah menjadi targetnya.
Politik…
Sudah mewabahkan
virusnya keseluruh masyarakat… bukan saja Ekonomi, Sosial, Budaya, HanKam dan
Iptek yang menjadi sasarannya, bahkan Agamapun sudah dijadikan tameng dan alat pergerakannya.
Politik…
Tak pernah
mau bicara kalah atau mengalah… apalagi mengALLAH. Sehingga tak jarang orang
yang telah berkecimpung dalam politik harus mengedepankan kepentingannya dan kepentingan
kelompoknya.
AGAMAKU
TERNODA
Percayakah
anda… Kepentingan Politik telah menodai Agama Kita.
Mungkin
kita-kita lupa… 5 atau 10 atau 15 tahun yang lalu, banyak tokoh politik
menggunakan agama menjadi provaganda terhadap lawan-lawannya. Islam yang
menjadi agama mayoritas di Indonesia ini selalu dipakai untuk kepentingan
segelintir partai politik dalam mendulang suaranya.
Tak Jarang
kita mendengar “Jangan Pilih Pemimpin yang tidak Seakidah”, dan “bla” “bla” “bla”
lainnya untuk mencekoki fikiran rakyat… bahkan para alim ulama ada juga yang
terpanggil untuk mengkampanyekannya. tapi tak dapat dipungkiri hal tersebut
sangat jitu, karena rakyat selalu mengedepankan ajaran agama yang dianutnya.
Prosesi ini telah berjalan begitu lama.
Tapi apa
yang didapatkan rakyat dengan memilih pemimpin yang seakidah yang selalu
diserukan ditelinganya???
NIHIL…
Rakyat tetap
berkutat kepada penyesalan tiada akhir… Penyesalan karena harapan tak pernah
nyata.. Pembohongan-pembohongan publik tetap mewarna dalam tiap pergerakan para
petinggi negara. Bahkan Korupsi, Kolusi & Nepotisme tetap subur menjarah harta negeri ini. Apakah kita semua sudah lupa… ataukah sengaja
melupakannya???
Kini dipriodesiasi
Pemilihan Langsung yang semakin dewasa… Rakyat
kembali disuguhkan dengan permainan 2 kepentingan yang berbeda… Agama tetap menjadi
sentral ISUE yang dikembangkan… Apalagi dengan adanya calon yang beragama Islam
dan non Islam yang menjadi rival… Ironisnya Agamaku ISLAM tetap menjadi alat
provaganda.
Sedih
rasanya…
“Islam”
menghujat “Islam”… “Islam” mencemooh “Islam”… Bahkan “Islam” mendustakan “Islam”.
Pertanyaannya
:
1. Apakah
salah jika ummat islam menseru “Carilah pemimpin yang seakidah”???
2. Apakah salah jika ummat islam menseru pilih calon yang jujur dan amanah"???
Semua orang berhak menentukan siapa pilihannya, dan berhak memperjuangkan siapa yang menjadi kandidatnya.
Tapi...
Tempatkanlah
Agama pada tempatnya. Islam adalah Rahmatan lil Alamin. Jangan biarkan diri
kita yang merusak agama kita sendiri. Berpolemiklah yang santun tanpa harus
memecah belah persatuan dan kesatuan.
#RAKYAT
sudah muak dengan dagelan politik yang mempertontonkan kebodohan negeri sendiri.
#Jangan
mengatasnamakan rakyat jika untuk merusak toleransi beragama dan tatanan bernegara.


0 comments: