Blog Makna Kehidupan ini berkaitan dengan wawasan berfikir, kebiasaan dan hal-hal yang berkembang ditengah-tengah masyarakat. Mari bersatu dengan alam untuk memaknai hidup lebih mendalam.

BILA AGAMA SDH MENJADI ALAT PROVAGANDA

11:06 Unknown 0 Comments


ISLAM AGAMAKU
BILA AGAMA SDH MENJADI ALAT PROVAGANDA


Politik…

Suatu pemahaman yang tak pernah sama bagi penganutnya. Tak ada hukum salah atau dosa demi pencapaian tujuannya. Seakan menghalalkan segala cara demi ambisi yang sudah menjadi targetnya.



Politik…

Sudah mewabahkan virusnya keseluruh masyarakat… bukan saja Ekonomi, Sosial, Budaya, HanKam dan Iptek yang menjadi sasarannya, bahkan Agamapun sudah dijadikan tameng dan alat pergerakannya.



Politik…

Tak pernah mau bicara kalah atau mengalah… apalagi mengALLAH. Sehingga tak jarang orang yang telah berkecimpung dalam politik harus mengedepankan kepentingannya dan kepentingan kelompoknya.



AGAMAKU TERNODA



Percayakah anda… Kepentingan Politik telah menodai Agama Kita.



Mungkin kita-kita lupa… 5 atau 10 atau 15 tahun yang lalu, banyak tokoh politik menggunakan agama menjadi provaganda terhadap lawan-lawannya. Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia ini selalu dipakai untuk kepentingan segelintir partai politik dalam mendulang suaranya.



Tak Jarang kita mendengar “Jangan Pilih Pemimpin yang tidak Seakidah”, dan “bla” “bla” “bla” lainnya untuk mencekoki fikiran rakyat… bahkan para alim ulama ada juga yang terpanggil untuk mengkampanyekannya. tapi tak dapat dipungkiri hal tersebut sangat jitu, karena rakyat selalu mengedepankan ajaran agama yang dianutnya. Prosesi ini telah berjalan begitu lama.



Tapi apa yang didapatkan rakyat dengan memilih pemimpin yang seakidah yang selalu diserukan ditelinganya???



NIHIL…

Rakyat tetap berkutat kepada penyesalan tiada akhir… Penyesalan karena harapan tak pernah nyata.. Pembohongan-pembohongan publik tetap mewarna dalam tiap pergerakan para petinggi negara. Bahkan Korupsi, Kolusi & Nepotisme tetap subur menjarah harta negeri ini. Apakah kita semua sudah lupa…  ataukah sengaja melupakannya???



Kini dipriodesiasi Pemilihan Langsung yang semakin dewasa… Rakyat kembali disuguhkan dengan permainan 2 kepentingan yang berbeda… Agama tetap menjadi sentral ISUE yang dikembangkan… Apalagi dengan adanya calon yang beragama Islam dan non Islam yang menjadi rival… Ironisnya Agamaku ISLAM tetap menjadi alat provaganda.



Sedih rasanya…

“Islam” menghujat “Islam”… “Islam” mencemooh “Islam”… Bahkan “Islam” mendustakan “Islam”.



Pertanyaannya :

1. Apakah salah jika ummat islam menseru “Carilah pemimpin yang seakidah”???

2. Apakah salah jika ummat islam menseru pilih calon yang jujur dan amanah"???

Semua orang berhak menentukan siapa pilihannya, dan berhak memperjuangkan siapa yang menjadi kandidatnya.


Tapi...

Tempatkanlah Agama pada tempatnya. Islam adalah Rahmatan lil Alamin. Jangan biarkan diri kita yang merusak agama kita sendiri. Berpolemiklah yang santun tanpa harus memecah belah persatuan dan kesatuan.



#RAKYAT sudah muak dengan dagelan politik yang mempertontonkan kebodohan negeri sendiri.


#Jangan mengatasnamakan rakyat jika untuk merusak toleransi beragama  dan tatanan bernegara.


0 comments: