Fenomena Sosialita dan Sosial Climber
Sepertinya kata “SOSIALITA”
ini sudah mengalami pergeseran makna. Karena kalo sekarang, kaum sosialita itu
biasanya “aktif secara sosial” mengadakan kegiatan sosial yang dibalut pesta
dan mengundang media. Ada niatan membantu juga sih, tapi sangat kecil, lebih
banyak kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga image mereka .
Jadi, rangkumannya
adalah bahwa sebenernya sosialita itu adalah orang yang emang sudah kaya *karena
lahir dari keluarga kaya* yang menggunakan waktu dan hartanya untuk
melakukan kegiatan sosial. Biasanya kaum sosialita ini *karena kekayannya
pula* mampu menggerakan atau mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal
yang sama. Biasanya kaum sosialita itu punya semacam komunitas atau semacam
arisan.
Adapula beberapa
sebutan yang berkaitan dengan sosialita di negeri ini, yaitu “SOCIAL CLIMBER”.
Social climber adalah seseorang yang sebenernya bukan sosialita tapi
ngotot mengikuti gaya hidup bak sosialita dan mereka-mereka ini rela melakukan
apapun asalkan bisa masuk dalam jajaran masyarakat kelas atas. Sangat miris
memang mengamati fenomena tersebut. Bahkan beberapa orang rela meninggalkan
pekerjaan dan tanggung jawabnya demi Sosial Climber yang digelutinya.
Sangat berbanding
terbalik dengan keadaan negeri ini. Disamping fenomena sosialita yang hidup
dengan kemewahan, masyarakat masih banyak yang terjerat dalam relung kemiskinan
dan keterpurukan.



0 comments: